ead KAPHA ACEH: Artikel

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, September 03, 2013

Tetesan air mata anak YATIM

Kapha Aceh

Oleh : Aditia Riski Wahyudi 

Sebelum dan sesudahnya saya ingin mengutarakan sedikit kepedihan dalam menuntut ilmu di sebuah Pesantren Islam Terpadu Al_Fityan School Boarding Aceh, kampong releh aceh besar. 

Pertama saya bersama ibunda tercinta ingin sekali bermain di sekolah tersebut insyaallah dengan izin allah saya dapat diterima sesudah dites yang sangat ketat dan bersaing dengan siswa lain. Kemudian bisa tinggal diasrama bersama teman-teman yang berlainan daerah.

Hari berganti bulan saya mengikuti dan patuh dengan peraturan disekolah dan asrama yang telah ditentukaan, kemudian pada suatu hari ibunda memanggil saya " bahwa selama ini, nak ". ucapan dari ibu saya. Saya sangat terpukul hatinya, saya dengan rasa sedih dan terpaku diwaktu malam hari, karena nasib bunda sangat kritis dana untuk diri saya dan adik-adik saya yang masih dalam bangku sekolah, dengan keadaan demikianlah saya pun agak terpengaruh dalam menuntut ilmu dan saya pun keluar dari asrama karena kesalahan saya. Sebab dari itu bunda berpikiran lagi dan kurang sehat badan dan akhirnya saya bisa sekolah saja atas pertimbangan para dewan guru dan ustad, kemudian saya merasa minder sesama teman sekolah bahwa setiap pagi diantar kakek saya dengan becak dan kadang-kadang pulang dengan jalan kaki sampai 4 kilometer dan kadang –kadang diantar oleh guru. Kemudian saya memohon kepada Allah swt, semoga bisa tamat disekolah Al_Fityan tapi ternyata do’a saya belum terkabulkan, saya bersabar mungkin ini ujian dan cobaan yang harus saya jalanin dibalik semua ini pasti ada hikmahnya. Tahun naik kelas 2, saya dapat teguran dari Kepala Sekolah_ Barang Siapa yang tidak melunasi SPP tidak dibenarkan mengikuti ujian itulah yang sangat terpukul bagi saya. 

Kemudian saya mengadu pada ibunda lantas bagaimana solusinya bunda dengan rasa sedih bersama-sama mengharap kepada Kepala Sekolah tetapi hasilnya konon belaka tanpa pandang bulu katanya Kepala Sekolah. Kemudian selagi saya duduk dalam kelas, kemudian tidak bisa ikut ujian lantas saya merasa sedih mengadu kepada kakek lantas kakek menjawab " sabar cucuku, allah akan membuka jalan keluar apalagi kamu anak yatim ".

Entah bangaimana caranya kakek dan kemana mengadunya akhirnya saya bisa mengikuti ujian karena saya ingin menyenangkan kakek dan ibunda tercinta karena saya ingin pindah sekolah lain. Ternyata Rapor dan Surat Pindah ditahan sebelum melunasi uang SPP. Akhirnya kemanakah saya mengadu dan siapa yang ingin membantu untuk melanjutkan cita-cita saya untuk menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa dan kalau allah memanjangkan umur saya. cita- cita ingin menjadi AKABRI "Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia". 

Allah berfirman dalam al-qur’an”jangan sekali-kali menghardir anak yatim “demikian keluh kisah saya dalam sekolah yayasan terpadu alfitian dimana ada kata-kata saya yang tidak berkenan maklum saya masih tahap belajar.

* Penulis adalah anak yatim yg berumur 14 tahun yang berasal dari Gampoeng Panteurik, Kec. Lueng Bata, Kota Banda Aceh yang mengalami kesulitan dalam pengurusan surat pindah Sekolah SMP IT Al Fityan School Aceh karena SPP yg belum di Lunasi.

Senin, Agustus 26, 2013

Terjerat sudah pembunuh dan pemerkosa Diana

Foto : Mardiana

Fiqih Purnama
SEJAK awal sidang memang dibuat tertutup oleh Hakim pada sidang kasus pembunuhan dan pemerkosaan bocah Diana atau Mardiana, 6 tahun, pada kejadian Maret lalu. Sidang selalu dilakukan tertutup karena kasus asusila yang sesuai dengan Pasal 20 ayat 6 Undang-Undang Nomor 48 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum.

Belasan orang hadir, mulai dari panitera pengadilan, Jaksa Penuntut Umum, pengacara dan perangkat peradilan lainnya. Pembunuh dan pemerkosa bocah Diana diketahui berjumlah 2 orang satu merupakan paman angkatnya, Hasbi Lara, 17 tahun dan pada sidang ini merupakan sidang putusan terhadap sang residivis, Amiruddin, 27 tahun.

Sidang putusan yang digelar selasa minggu lalu ini telah memutuskan hukuman 19 tahun penjara dan denda Rp. 100 Juta, seperti yang disampaikan Hakim Sidang, Ainul Mardhiah, dimana sedikit berkurang dari tuntutan JPU sebelumnya 20 tahun penjara. Dua minggu sebelumnya sang paman angkat juga tlah divonis dengan hukuman 9,5 tahun, mengingat usianya masih dikategorikan anak. Mereka berdua dijerat karena telah melanggar pasal 80 Undang-Undang Nomnor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Undang-undang tersebut merupakan lex Spesialis yanng khusus tentang masalah anak, aturan yang tertera cukup tegas dalam memberikan perlindungan untuk anak. Meskipu begitu, ayah Diana mengatakan seharusnya Amiruddin dijatuhi hukuman mati ydang dikatakannya usai disang tersebut kepada wartawan yang turut berhadir.

"Semestinya dia (amiruddin) dapat hukuman mati," kata Ayah Diana, Mawardy.

***

Kilas balik 5 bulan lalu, Mardiana hilang tak diketemukan selama seminggu di Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Kota Banda Aceh. Menurut Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), Kutaraja, AKP, Faizal saat itu Diana dibawa oleh kedua laki-laki yang terlah disidang seminggu sebelumnya.

"Menurut warga, Diana, dibawa mereka (Amiruddin dan Hasbi Lara) ke Taman Sari," katanya. Namun setelah itu Diana tidak kunjung pulang, dan seluruh warga peulanggahan kerap melakukan pencarian. Menghindari amuk warga Amiruddin dan hasbi diamankan di kapolsek Kutaraja dan tepat seminggu menurut warga Peulanggahan mayat Diana ditemukan tak bernyawa dibelukar sekitar gampongnya pada minggu pagi hari.

"Kami warga gampong juga berdoa agar anak itu dapat ditemukan," kata warga gampong ketika itu. Sontak berita langsung gempar baik lokal maupun nasional, bahkan mancanegara juga tak luput dalam memberitakan. Aksi solidaritas juga dilakukan, mulai dari gerakan menahan lupa, membantu keluarga Diana dan lain sebagainya dilakukan segenap masyarakat.

Proses hukum terus berlanjut, emosi masyarakat membuat olah Tempat Kejadian Perkara harus dipindahkan ke Mapolresta Banda Aceh. Seemosi itukah masyarakat Kota Banda Aceh ?.
Hukuman, luapan dan apapun itu semata-mata hanya untuk efek jera.

***
Dengan divonisnya Hasbi maupun Amiruddin, berakhirlah sudah kasus Diana. Kedua pembunuh dan pemerkosa itu telah terjerat. Namun dalam perjalanan hukum mereka, kekerasan seksual terhadap anak ternyata terus terjadi, catatan KAPHA NEWS ada 4 kasus heboh kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di Banda Aceh dan Aceh Besar, lantas apakah hukum sudah tak membuat jera ?.
 In memoriam Mardiana Binti Mawardi 2006-2013

Minggu, Agustus 25, 2013

Apa itu anak ?

Foto : Koordinator KAPHA Aceh

IMF

ANAK sebutan untuk makhluk kecil, bukan hanya manusia,s emua makhluk yang berusia dini juga biasa disebut anak. Secara islami anak dapat disingkat ANugrah Allah untuk Kita (ANAK). Maka makhluk apapun yang memiliki anak, itu merupakan anugerah.

Dalam Konvensi Hak Anak (KHA), usia anak mulai dari 0 sampai dengan 18 tahun, dalam masa itu, setiap orang dituntut untuk memenuhi hak-hak anak. Tentu saja, sejak dalam kandungan hak anak harus diberika mulai dari hak hidup, tumbuh kembang, hak perlindungan dan hak untuk berpartisipasi.

Menurut Koordinator Koalisi Advokasi dan Pemantauan Hak Anak (KAPHA), Muhammad Khalissul Surya Bin Surya ada 5 aspek yang harus diisi pada masa pertumbuhan anak.
"Lima aspek itu sangat penting untuk ada mulai dari fisik, psikologi, sosial, emosional dan spiritual," sebut Khalissul kepada KAPHA NEWS.

Menurutnya jika ada satu aspek yang tidak diisi dalam usia anak, maka pertumbuhan tidak akan stabil. "Fisik diberi, aspek sosial tidak diisi, ya sama saja, si anak hanya kuat fisiknya,". Atas dasar itulah Khalissul Surya meminta agar kelima aspek dapat diisi pada relung jiwa anak dalam perjalanan beranjak dewasa.(IMF)

Sabtu, Agustus 24, 2013

Impian Iswanda untuk Black Wan

Foto : Iswanda (Pendiri black Wan) dan Penulis

Fiqih Purnama
LOGAT Acehnya kental menawarkan jajanan  di keranjang kecil. Beragam makanan ringan terlihat, siang itu Iswanda, 12 tahun langsung berkata "Bang ne tulong blo mie Lon,". Ya, Iswanda adalah seorang anak yang akan masuk Sekolah Menengah pertama (SMP) di Kecamatan Matang, Kabupaten Biereun, Aceh. Menyempatkan diri ke Banda Aceh untuk menambah biaya sekolah dengan berjualan makanan ringan.

Saat itu sekolah masih libur, tepatnya dua hari sebelum memasuki bulan Ramadhan tahun 2013. Tiap warung kopi disinggahinya untuk memburu rupiah-rupiah demi masa depannya. Iswanda memiliki satu orang kakak dan satu orang abang. Menurut ceritanya ayah dan ibunya sudah lama bercerai sesaat ayahnya bekerja di Malaysia.

Sebelum ramadhan, Iswanda berada di Matang bersama kakak kandungnya, berhubung ibunya berada di Banda Aceh, diapun dengan senang hati membantu berdagang demi menambah biaya sekolahnya yang telah bertransformasi dari SD ke SMP. Dia termasuk anak yang ceria, melihat umurnya masih belum cocok dengan usaha yang dilakukan.

Namun, apalah daya seluruh keluarganya masih memerlukan tambahan dana. Menyentil warung kopi Black Jack, dia menyampaikan sebuah impian besar untuk memiliki warung kopi yang sama besar. "Keren warung kopinya disini," kata Iswanda kepada penulis. Kemudian warung kopi dalam benaknya akan memiliki banyak cabang.

"Nanti kalau udah ada warung kopi, untungnya buat mamakbisa naik haji," ujarnya. Sejenak dia diam dan menatap arung kopi Black Jack yang berada tengah Kota Banda Aceh tersebut. "Nyaaa, nanti bang, wan juga mau biat warung kopi, namanya Blcak Wan,", penulis bersama teman lain pun tersenyum, melihat spontanitas Iswanda.

Dia meyakinkan Black Wan idenya akan benar-benar tercapai. Iswanda mengaku akan serius mengenyam pendidikan, dia katakan ingin berkuliah di Fakultas Ekonomi Unsyiah kedepan nanti.

Black Wan sudah muncul, lewat Iswanda.() Fiqih Purnama

Kamis, Agustus 22, 2013

Gelap malam perkosa anak 9 tahun di Banda Aceh

Gambar : ilustrasi republika online

Fiqih Purnama 
MALAM adalah saat gelap yang terkadang mebuat seseorang taku akan kelamnya. Apalagi namanya anak-anak, pasti akan lebih memilih terang ketimbang gelap, begitu jugalah kemungkinan perasaan anak usia 9 tahun yang kerap  berada dipelataran salah satu lokasi di Banda Aceh. Lokasi tepatnya tidka mungkin disebutkan berhubung untuk menjaga nama anak tersebut.

Penampilannya selalu kusam, targetnya adalah salah satu cafe besar dan megah ditempat itu. Yaa memang anak dengan inisial L tersebut memminta-minta dilokasi itu. Namun begitulah memang, cafe besar dan megah itu tak memberi perhatian pada L.

Saat itu juga malam, yang mungkin menakutkan bagi L, tepatnya pada senin, 19 agustus 2013. Dengan menahan rasa sakit dia memberitahukan salah seorang pemilik kios rokok bernama Suwarni. Dia memberitahukan kepada Suwarni kalau dia dipaksa untuk melakukan hubungan dengan seorang pria dewasa.

Hal ini dibenarkan Suwarni kepada KAPHANEWS, sehari setelah itu. "Benar anak itu kemarin mengadu kepada saya kata dia anunya sakit,"kata Suwarni.

Mendengar aduan L, Suwarni langsung menanyakan sebab. "Langsung dijawabnya kalau dia diperkosa oleh si Ateng," ujarnya. Ateng kata Suwarni adalah pemulung disekitar tempatnya. Berdasarkan aduan L, suwarni mengatakan L sudah dua kali diperkosa ataupun dipaksa berhubungan intim dengan si Ateng. Suwarni yang juga tahu Ateng menunggu Ateng jika terlihat.

Tepat malam itu pukul 10.40 WIB, Ateng terlihat dan orang-orang disekitaran yang sudah tahu kejadian menimpa L, langsung membabak belurkan Ateng. "Kemudian ada salah satu orang dari Kodim, mengamankan dan sudah dibawa ke Polresta," sebut Suwarni. L juga menceritakan pada Suwarni kalau pemaksaan terhadap dirinya dilakukan dibawah jembatan menuju Pusat Kota Banda Aceh dan memilukan bagi L.

Kejadian ini membuktikan rentannya anak dibawah umur dan hal itu terjadi di Kota Syariat Islam Banda Aceh. Anak mengemis, dimanakah kepedulian kita semua????.() Fiqih Purnama

Senin, Juli 08, 2013

Puluhan anak jalanan dijaring ikut Piala Dunia 2014


COPAS

Indonesia untuk kali pertama akan mengikuti Piala Dunia Anak Jalanan (SCWC) 2014 di Rio de Janeiro bersama 13 negara lainnya, dan bakal menggelar seleksi di tujuh kota mulai November nanti.

Selain Indonesia, ke-13 negara lainnya yang ambil bagian adalah tuan rumah Brasil, Nikaragua, Sierra Leone, Afrika Selatan, Mauritius, Tanzania, Burundi, Kenya, Mesir, Ukraina, Pakistan, India, dan Filipina.

Makassar bakal menjadi tempat seleksi pertama pada 29 November hingga 1 Desember 2013, kemudian diikuti Medan dan Palembang (6-8 Desember 2013), Yogyakarta dan Surabaya (13-15 Desember 2013), serta Jakarta dan Bandung (20-22 Desember 2013).

Dari ketujuh kota ini, nantinya akan dipilih lima hingga sepuluh anak untuk menjalani seleksi dan karantina pada 4-28 Januari 2014. Tim yang akan diberangkatkan ke Brasil mulai menjalani latihan pada 1-22 Maret 2013.

“Program ini merupakan upaya merangkul anak-anak jalanan dalam bidang olahraga. Kemenangan bukan target utama. Saat kembali nanti, diharapkan mereka menjadi role model [panutan], dan dapat menginspirasi anak-anak lainnya, terutama anak jalanan,” ujar Mahir, perwakilan yayasan Transmuda Energy Nusantara (TEN).

“Kami ingin mengaktualisasikan mimpi-mimpi adik-adik kami (anak jalanan), karena kemampuan dan kesempatan itu milik semua orang.”

Sementara itu, menteri pemuda dan olahraga Roy Suryo mendukung kegiatan tersebut, berharap akan muncul pemain hebat dari Piala Dunia Anak Jalanan di masa mendatang.

“Mencari pemain berbakat bisa lewat mana saja, dan saya berada Piala Dunia Anak Jalanan ini bisa melahirkan pemain hebat. Siapa tahu bisa menjadi pemain tim nasional,” kata Roy.() Sumber : www.goal.com

Berapa usia ideal untuk anak belajar berenang

Foto : Ilustrasi anak berenang www.atjehpost.com/©shutterstock.com/Vlad Turchenko

SEBUAH video di YouTube tentang balita berusia 16 bulan yang belajar berenang marak dibicarakan di dunia maya. Hal itu pun akhirnya memunculkan pertanyaan bagi para ahli, berapa usia ideal yang sebenarnya bagi anak untuk belajar berenang?

"Memang tidak ada aturan berapa usia yang dianjurkan bagi anak untuk belajar berenang. Tetapi salah juga jika kita menganggap bahwa anak bisa otomatis tahu bagaimana caranya bertahan di dalam air," terang Dr Jon LaPook, koresponden medis dari CBS News.

Dr LaPook juga menambahkan biasanya anak hanya melakukan respon sesuai refleks tubuh. Misalnya menahan napas jika berada di dalam air.

Meskipun demikian, hal itu bukan berarti anak aman dari risiko tenggelam. Menurut para ahli dari American Academy of Pediatrics, tenggelam adalah salah satu penyebab kematian yang mengancam anak usia 1-19 tahun. Balita dan anak remaja laki-laki juga paling berisiko meninggal akibat tenggelam.

Bagian dari masalah tenggelam adalah kenyataannya kondisi tersebut terkadang cukup sulit diketahui. Banyak orang mengira bahwa jika tenggelam, perenang akan berteriak dan terlihat meronta-ronta di dalam air. Kenyataannya tidak.

Sebagian besar, korban tenggelam justru tidak bisa minta tolong. Sebab mereka kesulitan untuk mengambil udara. Selain itu, saat akan tenggelam tubuh manusia tetap tegak di dalam air dan tidak terlihat kesakitan. Jadi bisa saja orang lain melihat korban tenggelam sebenarnya sedang berenang.

Sebagaimana dilansir dari CBS News, penelitian lokal pernah menyebutkan kalau anak sebaiknya diajari berenang sejak usia empat tahun ke atas. Pihak Centers of Disease Control and Prevention juga menganjurkan agar anak diberi pelampung dan pengawasan ketat saat berada di dalam air.

Sementara itu, ayah dari balita berusia 16 bulan yang belajar berenang sebelumnya menuturkan bahwa video yang direkam dan diunduhnya tidak perlu dikhawatirkan. Sebab ia adalah perawat dan istrinya merupakan instruktur renang. Keduanya adalah profesional dan sudah mengajarkan anaknya berenang dengan hati-hati.

Ayah balita tersebut sengaja mengajarkan anaknya berenang untuk mencegah risiko tenggelam. Namun ia juga memberi saran.

"Tolong jangan lempar anak ke dalam air begitu saja. Hal itu sangat berbahaya dan membuat mereka trauma. Ajari pelan-pelan dengan benar," tegasnya.() Sumber : www.atjehpost.com/Merdeka

Bakteri dalam usus berkaitan dengan autisme pada anak

Gambar : www.atjehpost.com/©Shutterstock.com/wavebreakmedia

SEBUAH penelitian kecil menemukan kaitan antara bakteri pada sistem pencernaan dengan risiko autisme yang dimiliki oleh anak. Kekurangan beberapa jenis bakteri dalam usus meningkatkan risiko anak terkena autisme.


COPAS

Hasil ini didapatkan peneliti setelah menganalisis bakteri dalam usus pada 20 anak dengan autisme dan 20 anak yang tidak memiliki autisme. Diketahui bahwa anak dengan autisme memiliki jenis bakteri usus yang lebih sedikit. Hal ini kemungkinan menyebabkan mereka lebih rapuh jika terkena bakteri yang berbahaya.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa anak dengan autisme kekurangan tiga jenis bakteri dalam usus jika dibandingkan dengan anak yang tidak memiliki autisme. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal PLoS One pada tanggal 3 Juli 2013, seperti dilansir oleh Reuters (03/07).

"Salah satu alasan peneliti mulai mempertimbangkan kaitan antara bakteri usus dengan autisme adalah fakta bahwa banyak anak autis yang mengalami masalah pencernaan hingga mereka dewasa. Penelitian juga menunjukkan bahwa jika kita bisa mengatasi masalah ini, perilaku anak-anak autis akan berkembang lebih baik," ungkap ketua peneliti Rosa Krajmalnik-Brown, peneliti dari Arizona State University's Biodesign Institute.

Penelitian ini bisa dikembangkan lebih lanjut untuk mengetahui cara baru mengatasi masalah pencernaan pada anak-anak autis. Selain itu, hasil ini juga bisa digunakan untuk mencegah serta merawat anak-anak dengan autisme.

Penelitian sebelumnya mengungkap bahwa bakteri usus memiliki peran penting termasuk dalam hal pencernaan, menjaga berat badan, serta mengatur sistem kekebalan tubuh. Meski menemukan kaitan antara autisme dan bakteri usus, namun penelitian ini tak membuktikan adanya kaitan sebab akibat.()
sumber : www.atjehpost.com/merdeka.com

Minggu, Juli 07, 2013

Anak bayi tabung cenderung autis?

Foto : Bayi Tabung, Merdeka.com
COPAS
SEBUAH penelitian terbaru menyebutkan bahwa anak hasil program bayi tabung berisiko menderita autis. Menurut penelitian dari King's College London's Institute of Psychiatry tersebut, kabar baiknya risiko kelainan mental masih tergolong rendah.

Sebagaimana dilansir dari Red Orbit, penelitian yang berdasarkan data dari tahun 1982-2007 itu melibatkan 2,5 juta kelahiran bayi di Swedia. Peneliti juga menganalisis apakah anak-anak tersebut didiagnosis menderita autis atau cacat intelektual.

Hasilnya, sebanyak 1,2 persen anak yang dilahirkan dari program bayi tabung. Autisme juga ditemukan pada 1,5 persen anak yang lahir melalui program bayi tabung. Peneliti juga menambahkan jika janin hasil program bayi tabung dilahirkan secara prematur, risiko anak menderita autis semakin meningkat.
"Penting bagi orang tua yang memilih jalan program bayi tabung untuk menjaga kesehatan dan janin dalam kandungan sampai proses kelahiran. Sebab beberapa prosedur bayi tabung bisa meningkatkan risiko autis," terang penulis peneliti Dr Avi Reichenberg.

Hasil penelitian kemudian diterbitkan dalam Journal of the American Medical Association.[] Sumber : www.atjehpost.com/merdeka.com

Minggu, Mei 19, 2013

Men Who Advocate for Equality

A prominent figure in the movement to protect and promote women’s and children’s rights in Indonesia, Taufik Riswan is highly active in many organizations and activities at any one time, a record he has maintained from his student days.

Since 2012, he has held various positions in critical areas for gender equality, from vice-coordinator of Pulih Foundation in Aceh, to the Secretary General Coalition Advocacy and Children Right Monitoring  (KAPHA) Aceh. At the same time, he is involved in Alliance Movement for Laki-laki Baru (LLB) Aceh, Civil Society Network for Peace (JMSP), Aceh Women Movement, Anti-Women Trafficking in Aceh, Gender Reference Group team to the Gender Working Group team.

Riswan is a familiar face at local trainings and new project sites. He has been leading capacity building trainings in gender mainstreaming, as well as conflict resolution and peacebuilding workshops for women’s and children’s groups.

In 2005, he volunteered to help children survivors of the massive earthquake and Tsunami. He then joined Children Centre Kaway, Meulaboh Aceh Barat as a coordinator, after which he was appointed Director of Assessment Institution for Women and Children Protection (LKPPA). From 2008 to 2010, as Secretary and Cases Manager at Integrated Service Center for Women Empowerment and Child Protection (P2TP2A) in Meulaboh, he developed a referral system for case management and healing in community, and created two areas for women and children to seek refuge in.

Later, at Woman Volunteer for Humanity (RPuK) as Education Program and Public Support Coordinator, he helped women’s and children’s groups enhance their bargaining position in gampong (village) decision-making. He also helped villages to develop gender-sensitive conflict-resolution mechanisms.

Support the Nominee




Selasa, Mei 14, 2013

Renungan Saja

Oleh  : Kak Wani../
''ANAKMU MENGENALKAN SIAPA DIRIMU...!!

  1. Jika anakmu BERBOHONG, itu karena engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.

  2. Jika anakmu TIDAK PERCAYA DIRI, itu karena engkau TIDAK MEMBERI dia SEMANGAT.

  3. Jika anakmu KURANG BERBICARA, itu karena engkau TIDAK MENGAJAKNYA   BERBICARA.

  4. Jika anakmu MENCURI, itu karena engkau TIDAK MENGAJARINYA MEMBERI.

  5. Jika anakmu PENGECUT, itu karena engkau selalu MEMBELANYA.

  6. Jika anakmu TIDAK MENGHARGAI ORANG LAIN,itu karena engkau BERBICARA TERLALU KERAS KEPADANYA.

  7. Jika anakmu MARAH, itu karena engkau KURANG MEMUJINYA.

  8. Jika anakmu SUKA BERBICARA PEDAS, itu karena engkau TIDAK BERBAGI DENGANNYA.

  9. Jika anakmu MENGASARI ORANG LAIN, itu karena engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN TERHADAPNYA.

  10. Jika anakmu LEMAH, itu karena engkau SUKA MENGANCAMNYA.

  11. Jika anakmu CEMBURU, itu karena engkau MENELANTARKANNYA.

  12. Jika anakmu MENGANGGUMU, itu karena engkau KURANG MENCIUM & MEMELUKNYA.

  13. Jika anakmu TIDAK MEMATUHIMU, itu karena engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.

  14. Jika anakmu TERTUTUP, itu karena engkau TERLALU SIBUK.

    ''CHILDREN SEE, CHILDREN DO"

Rabu, Mei 08, 2013

Tayangan Edukatif Dukung Perkembangan Anak

KAPHA ACEH
lustrasi anak menonton televisi (dailymail)
Di era yang serba digital saat ini, sebaiknya para orang tua mesti berhati-hati menyajikan tayangan televisi bagi buah hati. Mengapa demikian? Dalam acara seminar Pentingnya Tayangan Edukatif untuk Keluarga Indonesia yang berlangsung Selasa, 7 Mei 2013 di Lounge XXI Djakrta Theater, Thamrin, Jakarta Pusat, membicarakan pemanfaatan tayangan televisi dalam tumbuh kembang anak. Acara ini menghadirkan psikolog Sani B. Hermawan dan Christoper Oey, Senior Brand Manager Rinso.

Christoper menjelaskan pada Cerita di Balik Noda 2 yang dilakukan tempatnya sebagai usaha untuk mengispirasi para ibu supaya lebih terbuka dalam melihat hal-hal positif yang terjadi pada anak. Menurut pria yang biasa disapa Chris ini, supaya anak-anak dapat berkembang lebih optimal dan mengubah persepsi yang dimiliki para orang tua terutama si ibu, maka perlu mengajarkan sesuatu termasuk belajar dari hal kotor atau noda.

"Intinya, mengajarkan para ibu untuk melihat bahwa noda bukanlah suatu hambatan yang dapat menghalangi anak untuk belajar dan berkembang. Karena Berani Kotor itu Baik," kata Chris yang di acara ini juga meluncurkan tayangan Cerita di Balik Noda 2 yang disiarkan di seluruh televisi.

Chris menjelaskan sebanyak 13 episode film Cerita di Balik Noda 2 sarat dengan pesan moral yang didedikasikan untuk terus menginspirasi lebih banyak keluarga Indonesia. "Kami menyajikan naskahnya adalah pilihan kumpulan cerita para ibu Indonesia yang dipercaya membawa nilai-nilai positif untuk mendukung perkembangan anak," kata Chris.

Sementara psikolog Sani B Hermawan mengatakan nilai yang terkandung di tayangan televisi dapat membawa dampak positif dan negatif untuk anak. "Saya setuju bila saat ini kita membutuhkan lebih banyak tayangan televisi yang edukatif serta inspiratif yang dapat memberi manfaat baik bagi anak," kata psikolog berjilbab ini.

Sani menegaskan tayangan positif yang mengandung pesan moral akan mengangkat nilai-nilai psitif yang dapat menambah wawasan dan sesuai dengan usia anak.

Dia juga mengatakan tayangan televisi memiliki pengaruh terhadap perkembangan individu dan dapat memandu tindakan mereka kepada prilaku nyata. "Selain itu, mendorong individu meniru dan melakukan apa yang mereka lihat. Media massa menduduki peran penting dalam teori pembelajaran sosial," ujarnya.
http://www.tempo.co/read/news/2013/05/07/174478569/Tayangan-Edukatif-Dukung-Perkembangan-Anak

Selasa, Mei 07, 2013

Pengalaman Hidup

Oleh : Vira Agustina

Begitu banyak peristiwa yang terjadi dalam hidup ini, pada diri kita, maupun pada orang lain. Ada yang menyenangkan dan banyak juga yang menyedihkan. Hanya bagaimana cara agar kita bisa bertahan dan melengkapi keduanya dengan sempurna.

Aku membutuhkan waktu yang lama untuk aku melihat matahari terbenam bersama sahabat-sahabatku.
Aku membutuhkan waktu yang lama untuk mengenal sahabat-sahabatku lebih lanjut lagi.

Aku membutuhkan waktu yang lama untuk aku meyakini bahwa impian aku selama ini akan menjadi kenyataan. Hari ini mereka telah banyak membuatku tersenyum, dan membuatku bahagia.

Dan aku juga membutuhkan waktu yang sangat lama untuk aku belajar mencintai dan menyayangi sahabat-sahabatku sepenuh hati, agar aku bisa membuat mereka bahagia dan selalu tersenyum berada di dekatku.
Bagi aku waktu satu tahun itu adalah waktu yang sangat cepat dan sangat singkat untuk aku melewati hari-hari ku bersama sahabat-sahabatku. Aku butuh waktu yang sangat lama untuk itu semua dan bahkan seumur hidup ku, aku ingin selalu bersama mereka.

Hal apa yang bisa aku lakukan jika persahabatan ini akan berakhir. Aku ingin mereka menjadi selalu yang terindah. Aku mengetahui bahwa perjalanan hidup tak akan selamanya indah, namun kebahagian ini selalu datang karena mereka.

Walau aku terlahir tak sempurna, tapi aku yakin karena kehadiran mereka dihidupku, maka aku akan tampak sedikit sempurna. Aku ingin senyuman selalu menghiasi raut wajah ini. Aku tahu kebahagian itu memang sederhana. Apalagi kalau kita nikmati dengan indah.

Banyak hal yang telah kami lewati bersama. Masa-masa ketawa bareng, curhat bareng, kehujanan bareng, saling membantu, dan bahkan masa-masa yang sangat masampun kami lalaui bersama-sama. Seperti saat mengikuti seminar EAGLE JUNIOR 2013 ”Yang Muda, Yang Berencana” dua hari berturut-turut.

Seakan masam banget di tempat seminar itu. Tidak di anggap, dan bahkan tidak di open sama sekali di bandingkan peserta yang lainnya. Masam saat ada panitia yang sok-sok baik di depan abang kami, yaitu bang khalissulsurya dan bang Adi.

Tapi walaupun banyak hal yang membuat kami kesel di sana, kami tetap bertahan, tetap sabar untuk menjalani semua itu. Mungkin itu suatu rintangan untuk kami hadapi bersama. Banyak hal yang telah kami hadapi di sana, namun kami tetap selalu bersama dan selalu tersenyum.

Kami yakin, tuhan selalu bersama kami, menuntun kami kejalan yang benar dan selalu kuat dalam menghadapi semua masalah.

Badan kami boleh kurus dan kecil.tapi kesabaran kami dan semangat kami tidak akan seperti badan kami yang kecil-kecil. Semangat adalah salah satu motivasi yang mendukung kami untuk menjadi yang lebih baik. Kemasaman yang kami dapatkan di hari seminar itu tidak akan pernah mematahkan semangat kami. Kami akan tetap selalu berusaha demi kemenangan kami.

Kami akan tunjukkan pada semua orang, bahwa kami bisa, kami mampu untuk menjadi yang terbaik. Tidak pernah kami lupakan hal-hal yang sudah kami dapatkan di acara seminar EAGLE JUNIOR 2013 ”Yang Muda, Yang Berencana” itu.

Namun banyak pengalaman dan hal-hal penting yang lainnya juga yang kami dapatkan di saat kami mengikuti seminar EAGLE JUNIOR 2013 ”Yang Muda, Yang Berencana” itu. Pengalam ini akan kami jadikan sejarah dalam hidup kami, agar suatu saat nantik kami bisa belajar untuk menjadi yang lebih baik lagi dari pengalaman-pengalaman ini.

NOTE:
masa lalu bukan untuk dilupakan, namun untuk dikenang dalam hidup kita. Agar suatu saat nantik saat kita menuju masa depan kita untuk menjadi yang lebih baik, kita masih bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan di masa yang lalu.
Hidup berewal dari mimpi. Gantungkan cita-cita mu setinggi langit, agar orang lain tidak mampu untuk merebut dan menghancurkan semua itu. Terus bersemangat dalam menghadapi hidup yang kita jalani ini, karena hidup yang kita jalani banyak rintangan dan tantangan, hanya bagaimana cara kita menghadapi keduanya itu dengan sempurna.

BERSAMA BINTANG (part 1)

Oleh : Miftahul Silmi Ramadhani

bismilLaah..

Langit kelabu, seolah melengkapi suasana perpisahan kami yang sebentar lagi akan terjadi, sejujurnya enggan berpisah karena aku sama sekali belum mengungkapkan perasaanku. Namun, beranikah aku menguaknya? Aku yakin tidak. Karena walaupun kesempatan terbentang lebar, maka aku tetap ingin memendam dan menikmatinya. Sosok pria itu duduk di hadapanku, sedang bertukar sapa dengan temannya yang kebetulan saja lewat, maka tak ada kata. Tetap tak ada.

Ku hembuskan nafas keras, ‘gak relaaa.. kenapa juga mesti ada yang namanya perpisahan saat aku mulai merasa bahagia dengannya.. yya, memang statusku hanyalah adik dan dia mas-ku, namun bunga-bunga cinta mulai indah bersemi saat bersamanya. Duuh,, kok gini ya??’ ku telungkupkan wajah ke datar meja, mengeluh.

“lho, kenapa de? Marah ya mas barusan ngobrol sama temen?” suara yang mulai menghias mimpi menyentak pikiranku. Cepat ku dongakkan kepala, tersenyum lebar.

“nggak kok mas.. ade nggak papa..”
Matanya merengkuhku dalam damai, saling tersenyum, berbicara dengan hati.

“jadi, ade liburan kali ini mau kemana? Maen ke rumah temen lagi? Siapa?” tanyanya tetap menatapku.

“ke Pamengpeuk mas, ke rumah Ani.” Kami terdiam

“mas langsung pulang ya? Yaa..jadi susah deh ketemu lagi.” Duka itu terungkap, ku pintal jari jemariku, mengurangi risau.

Dia tersenyum. O..o.. apa ini maksudnya? Sebahagia itukah dirinya dapat berpisah denganku? Jadi selama ini aku telah salah persepsi begitu? Ku sangka dia juga menyukaiku, sepertinya tidak. Jadi apa arti di balik segala sikapnya padaku selama ini? Atau aku yang terlalu melebihkan sikapnya padaku yang menurutnya biasa saja itu? Gusar memikirkannya kali ini ku mainkan sedotan dalam gelas minuman yang mulai mencair.

“nggak susah kok de, mas bisa main ke sini kapanpun mas kangen sama ade atau kapanpun ade berharap mas ada di sini.” Jelasnya dengan senyum menenangkan membuatku melambung jauh ke cakrawala sejuta cahaya, kembali senyuman menghias bibirku.

“tapi tetap aja sulit, kan nggak bisa ketemu tiap hari seperti sebelumnya.” Gumamku seolah tak sadar.

“ya, nggak papa lah de, kan sekarang ada HP jadi bisa nelfon kapanpun.” Aku mengangguk lantas terperanjat. Apa? Kenapa dia tau? Kedengeran ya? Duh, malunya.. ku tundukkan kepala dalam, wajahku bersemu menahan malu.

“janji ya, kalo udah kelas 3 mts pun gak boleh lupain mas, hehe..” lanjut mas yang ku jawab dengan anggukan

Lantas “mas tu.. kan udah ini mau kuliah nanti bener-bener lupa deh sama ade..” sungutku tak mau kalah.

“nggak lah de, tenang aja.. nggak bakal pernah lupa ko, hehe..” ucapnya yakin sembari mengusap jilbabku sepintas.

Oo..o.. aku kembali melambung, nampaknya kali ini aku berseluncur di pelangi warna-warni.

Jumat, Mei 03, 2013

Agar Tumbuh Kembang Bayi Lebih Optimal, Ini Kiatnya

Bayi menangis/ilustrasi
Ingin tumbuh kembang bayi Anda lebih optimal? Sebenarnya, Anda bisa melakukan sendiri. Caranya, dengan memberikan stimulasi. Bagaimana caranya? Ajaklah anak bermain dan mengobrol. Waktu yang diberikan minimal 30 menit sehari, sangat membantu perkembangan anak. Namun, syaratnya, ajaklah anak bermain saat ia ingin bermain.

Dr Hardiono Pusponegoro SpA(K), dari Divisi Neurologi, Departemen Kesehatan Anak FKUI mencontohkan tengkurapkan bayi sambil bermain. 'Lihat apakah ia bisa mengangkat dan menggerakkan kepala ke kirikanan,'' katanya.

Lama-kelamaan bayi akan mengangkat kepala makin tinggi sambil bertumpu pada tangannya. Lalu, berikan benda di depannya, ia akan mencoba meraih dengan merayap maju, kemudian bisa merangkak maju. Pada umur sembilan bulan, ia sudah berdiri sambil berpegangan. Umur 6 bulan, bila kita berdirikan ia sudah bisa menaik-turunkan tubuhnya sambil bertumpu pada tungkai. Kesalahan orangtua Pada umumnya, bayi senang meniru. Ketika orangtua menendang bola dan bola itu bisa berputar, bayi akan merekam peristiwa itu dan mempraktikkannya. Jangan berpikir mainan jenis apa yang bisa dimainkan bersama anak. Carilah mainan yang sederhana dan murah. Yang penting bisa digunakan untuk bermain.

Kusnandi juga menyarankan agar ayah bunda tak memberikan baby walker pada buah hatinya. Apalagi pada bayi yang belum saatnya berjalan. Inilah kesalahan yang sering ditemuinya. Orangtua kerap memberikan baby walker pada bayi usia enam bulan. Padahal tulang penunjang batu optimal pada umur 11-12 bulan. Akibatnya, anak dipaksa berjalan dengan berjinjit dan dibiarkan bebas tanpa pengawalan sehingga anak terjatuh. Berdasarkan penelitian, baby walker bisa membuat bentuk kaki tidak normal.

Kesalahan lain yang sering ditemuinya adalah orangtua jarang mengajak anaknya mengobrol atau bermain karena kesibukan atau alasan lainnya. Lalu membedong terlalu lama sehingga bayi tidak bebas bergerak. Dan, ketakutan orangtua anak menjadi bongkok ketika bayi belajar duduk. Kusnadi menyarankan orangtua yang sibuk bekerja untuk menitipkan anak pada orang yang sayang anak-anak. Orang yang sayang pada anak-anak dengan sendirinya akan selalu mengajak anak mengobrol, bermain, berjalan, dan kegiatan lainnya yang menyenangkan dengan tetap mengawasi anak.
http://www.republika.co.id/berita/humaira/ibu-anak/13/04/29/mm0mdi-agar-tumbuh-kembang-bayi-lebih-optimal-ini-kiatnya

Kamis, Mei 02, 2013

Children Learn What They Live With




Puisi lama karya Dorothy Low Nolte berjudul “Children Learn What They Live"

Jika anak banyak dicela, ia akan terbiasa menyalahkan

Jika anak banyak dimusuhi, ia belajar menjadi pemberontak
Jika anak hidup dalam ketakutan, ia selalu merasa cemas dalam hidupnya
Jika anak sering dikasihani, ia belajar meratapi nasibnya
Jika anak dibesarkan dalam olok-olok, ia akan menjadi seorang pemalu
Jika anak dikelilingi rasa iri, ia tak akan puas dengan apapun yang dimilikinya

Jika anak dibesarkan dalam pengertian, ia akan tumbuh menjadi penyabar
Jika anak senantiasa diberi dorongan, ia akan berkembang dengan percaya diri
Jika anak dipuji, ia akan terbiasa menghargai orang lain
Jika anak diterima dalam lingkungannya, ia akan belajar menyayangi
Jika anak tidak banyak dipersalahkan, ia akan senang menjadi diri sendiri

Jika anak dibesarkan dalam kejujuran, ia akan terbiasa melihat kebenaran
Jika anak ditimang tanpa berat sebelah, ia akan besar dalam nilai keadilan
Jika anak dibesarkan dalam rasa aman, dia akan mengandalkan diri dan mempercayai orang lain
Jika anak tumbuh dalam keramahan, ia akan melihat bahwa dunia itu sungguh indah.

Jangan pupuk anakmu

Alkisah terdapat seorang petani yang sedang mengadakan penelitian sederhana. Ia menanam dua tanaman dengan jenis yang sama pada lahan yang sama. Yang membedakan hanya bagaimana cara dia merawat kedua tanaman tersebut.
Ia menyirami tanaman pertama secara rutin tiap pagi dan sore. Sedangkan tanaman kedua hanya disirami sekali setiap dua hari. Pak tani juga memberikan banyak pupuk untuk tanaman pertama dan hanya sedikit pupuk untuk tanaman kedua.
Hal itu terus dilakukan sampai tanaman tersebut tumbuh besar. Ketika tanaman itu tumbuh cukup besar sang petani ingin menguji penelitiannya. Ia ingin menguji kekuatan akarnya. Sang petani pun mencabut kedua tanaman tersebut sampai ke akarnya.
Ketika tanaman tersebut dicabut, terdapat perbedaan yang mencolok, dan juga di luar dugaan kebanyakan orang. Ternyata dibutuhkan waktu kurang dari 2 menit untuk mencabut akar dari tanaman pertama. Namun yang di luar dugaan ternyata untuk mencabut tanaman kedua, dibutuhkan waktu lebih lama yaitu empat menit.
Hal itu bisa terjadi karena tanaman yang pertama cukup dimanjakan dengan air dan banyaknya pupuk yang ia dapatkan -disiram secara rutin tiga kali dalam sehari dan diberi nutrisi yang cukup- membuat akarnya “terlena” dan tidak berusaha mencari ke tanah yang lebih dalam sehingga mudah untuk dicabut.
Hal yang berbeda terjadi pada tanaman kedua. Mendapat air dan pupuk yang lebih sedikit dari tukang kebun, maka mau tidak mau akarnya mencari ke sumber air dan makanan yang lain, sehingga didapatinya akarnya jauh lebih kuat karena masuk lebih dalam ke tanah dan membuatnya jadi lebih susah dicabut.
Ternyata penelitian di atas mirip sekali dengan cara orangtua dalam mengasuh dan membesarkan anak. Bayangkan saja jika orang tua memanjakan anak dengan mengabulkan semua yang diminta oleh anak. Bisa jadi sang anak akan bernasib sama dengan tanaman pertama, -Tak kokoh menghadapi penderitaan & masalah hidup yang terjadi dikemudian hari-.
Didikan pertama akan menghasilkan seorang anak yang manja, cengeng, dan kurang semangat juang. Anak akan menjadi pribadi yang lebih mudah tumbang dan patah semangat dalam menghadapi kesulitan.
Tanaman yang kedua menggambarkan kondisi dengan lebih banyak penderitaan, masalah, tekanan hidup. Anak dididik untuk menghadapi masalah dan mencari solusinya. Cara kedua bukan berarti memberikan anak kesulitan dan membiarkannya menghadapi kesulitan itu dengan penuh penderitaan. Cara kedua lebih kepada tidak memanjakan secara berlebihan.
Didikan kedua akan menghasilkan anak yang tahan banting, lebih mandiri dan lebih tangguh dalam menghadapi kehidupan karena sudah terbiasa menghadapi kesulitan dalam hidupnya.
Orang tua bebas memilih untuk mendidik anak menjadi orang yang manja dengan akar yang rapuh, atau menjadi seseorang yang dewasa dan tegar dalam menyikapi permasalahan.
Sudah sewajarnya kita bersyukur dan berterima-kasih atas perhatian dan kasih sayang orang tua yang sudah diberikan selama ini. Karena dengan perantara merekalah, kita ada di dunia.
http://www.tentanganak.info/2013/04/jangan-pupuk-anakmu.html#more

Selasa, April 23, 2013

Senyum Mawar

oleh : Miftahul Silmi Ramadhani

BismilLah,. 

Senyum itu, senyum malu-malu yang khas, ingatkan aku pada secarik kisah, adakah?Pernahkah? Entahlah, kadang ragu tetap membayang namun tunggu, biar ku tatapsekali lagi.. mata yang berpijar cerah, senyum terukir tanpa beban sedikitpun,hati dengan kebeningan yang tercermin dalam gerak, bahasa yang mengalir seolah memberi kesan tersirat bahwa ia belum mengerti apapun, belum mengerti akan kekejaman dunia esok nanti. Benar, ku rasa aku tak salah, senyuman itu selaluserupa dimanapun, di belahan dunia bagian terujung sekalipun, inilah senyuman anak-anak. Pikiranku melambung pada Mawar, gadis kecil yang belum lagi sempat injakkan kaki pada fase puber sekalipun, gadis kecil yang tak pernah mengerti apapun seolah lembar kertas putih bersih penuh warna cerah tanpa titik hitam,namun…
Berdecak kesal sesaat setelah mendengar pemberitaan yang baru saja di sampaikan oleh salah seorang senior, benarkah hal itu terjadi? Atau hanya rekaan semata?Namun, siapa pula yang bersedia mengarang hal sekeji itu. Bagaimana tidak?Seorang gadis perempuan berusia 7 tahun yang baru saja mengenyam pendidikankelas 2 sd di cabuli oleh seorang guru agama yang cukup tenar di kampungnya. Pemikiranku seolah tak mampu berfikir bagaimana bisa guru agama yang telah sampai pada masa usia lanjutnya mampu menodai kesucian gadis kecil ini,mengoyak masa depan cerah gadis kecil ini dengan dosa yang jelas lebih iafahami di banding khalayak lainnya, bagaimana bisa? Apakah tak terbayang olehnya bagaimana bila hal tersebut menimpa salah satu sanak saudaranya?Bagaimana bila hal tersebut terjadi pada putri kandung atau cucu kandungnya sendiri? Apakah hal yang akan dilakukannya demi ‘mengutuk’ pelaku? Tidakkah pernah terpikir olehnya? Walaupun statusku sebagai mahasiswa psikologi, yang seharusnya lebih dapat menyelami berbagai faktor penyebab sehingga seseorang mampu melahirkan beberapa tindakan tertentu. Namun sungguh, untuk kejadian kali ini tak pernah terbesit sedikitpun dalam benakku. Beberapa teori yang telah kupelajari mengatakan bahwa individu yang telah berada pada fase usia lanjut seperti ini cenderung condong pada agama dalam arti melakukan hal-hal yangdapat menguatkan ruhaninya menghadapi kematian, namun mengapa realitas bertolak belakang? Akankah selalu begitu? Sepertinya teori-teori ini hanyalah karangan manusia semata, kamuflase yang mencoba menipu.


Mencari kebenaran yang kerap menganggu waktu lelapku, bersama beberapa rekan akhirnya aku dolan ke rumah gadis kecil yang akhirnya ku ketahui bernama Mawar. Angin mempermainkan jilbabku yang mengendarai sepeda motor sepanjang jalan, senja kali ini terasa terik, beberapa pohon rimbun terus saling mengejar tak sabar seolah tak pernah usai, memasuki perkampungan dengan beberapa rumah yang berbaris tak begitu rapi dan masjid sedangdalam tahap renovasi, kami memelankan laju motor. Tak terlalu jauh dari sana kami berhenti di depan rumah panggung sederhana dengan cat kuning yang mulai pudar, beringsut turun untuk lantas mengetuk pintu dan beruluk salam yang akhirnya membuahkan hasil, pintu mulai terbuka dan seraut wajah polos dengan senyum murninya menyambut

“wa’alaikumsalam,cari siapa ya?” tanyanya dengan mata bening yang tetap berpijar.

“Ibunya ada Dek?” Tanya Fahru salah seorang rekanku.

“siapaNak??” Tanya satu suara di belakang pintu, pintu terkuak lebar, seorang wanitaparuh baya, mungkin Ibunya, mana korban? Mataku mulai mencari ke dalam rumah,tak ada, apakah di kamar? Dapur? Kamar mandi? Rumah saudara?

“ooh,masuk masuk… ayo Mawar, di persilahkan masuk dulu Kakak-kakaknya, biar Ibu buatair dulu ke belakang.” Sambung wanita paruh baya tadi seraya berlalu ke baliktirai setelah mempersilahkan kami untuk duduk di atas tikar yang terbentang dalamrumah.

Aku terperangah, Mawar? Anak ini Mawar? anak ini korban kekerasan seksual?tangannya terulur mengajakku bersalaman setelah bersalaman dengan rekanku yang lainnya. Tetap dengan senyum yang terkembang di persilahkannya kami untuk duduk,sementara ia berlalu menyusul Ibunya ke dapur.

Takada lagi konsentrasi yang dapat menguasaiku, akhirnya dengan setengah hati kulalui percakapan dengan Ibu Mawar sementara Mawar terus berada di samping Ibunya, kadang memeluk Ibunya, kadang mencari tangan Ibunya dan kemudian mengenggamnya erat, dan tak jarang pula melambaikan tangan pada beberapa orang yang kebetulan lewat depan rumahnya. Mataku menggenang, hal-hal yang kerap kaliku lakukan saat bersama Mama.


Senyum Mawar saat melepas kami pulang kemarin terus terlukis semakin jelas dalam pikiranku yang akhirnya bertambah mengusik waktu lelapku, ku topang dagumenghadap jendela menatap langit, pikiranku mengawang pada senyum Mawar,

“entahlah Nak, Ibu juga bingung bakal gimana nanti Mawar di masa depan, pemikirannya belum lagi sampai ke sana, jadi dia tetap ceria seperti biasanya.” Jelas IbuMawar sendu.

Ya,Mawar tetap dengan senyum kanak-kanaknya, tak ingin ku pikirkan kapankah senyum itu akan berhenti dan mulai berganti dengan tetes penyesalan, tetes yang terjatuh dengan pemikiran, ‘mengapa harus aku? Dosa apakah yang telah kuperbuat pada masa itu? Masih adilkah Tuhan? Sengajakah Tuhan merusak mimpikudalam takdir-Nya?’ Titik bening terjatuh dalam diamku, akhirnya menangis keras,aku terluka, hatiku seolah tersayat silet tajam dan kemudian di siram airgaram, perih.

“Ki..kenapa? Mama boleh masuk?” lembut suara Mama terdengar di balik pintu, kubukakan pintu kamar lantas duduk di pinggir kasur, Mama mengunci pintu lantasperlahan mulai mendekat.

“kenapa sayang? Apa yang udah menganggu pikiran Kiki? Siapa yang udah buat anak Mama nangis kaya gini?” Tanya Mama seraya membelai ikal rambutku.

“Mamaa..”ku peluk Mama erat seolah tak akan pernah melepasnya lagi. Mama tetap membelai rambutku, membuatku semakin terhanyut dalam tangis.

Dengan terisak-isak akhirnya ku ceritakan tentang Mawar pada Mama, Mama tak berucapapapun, hanya mendengarkanku.

“Kiki nggak mau senyum Mawar hilang Ma, Kiki nggak mau Mawar menyesali dirinya sendiri nanti, Kiki nggak mau Mawar nyalahin Allah atas takdirnya yang sepertiini Ma..” pelan suaraku akhirnya.

Angin malam berhembus lembut di balik tirai kamar, cahaya bulan sedikit meredup,binatang malam bernyanyi tanpa semangat seperti malam-malam sebelumnya.

“Mama bangga sama anak Mama yang udah sejauh ini mikirin orang lain, Mama bangga sama Kiki, anak Mama.” Mama menghela nafas panjang “ tapi sayang, senyum Mawar nggak akan hilang saat dia tahu kalau ada yang udah dukung dia setelah di dzalimi,bantu dia untuk memperjuangkan haknya dalam ranah hukum, Mawar nggak akanmenyesali dirinya sendiri karena dia tau bahwa dia udah dibantu untukmenghentikan terjadinya kedzaliman serupa pada Mawar Mawar yang lainnya, diatidak akan menyalahkan Allah atas takdirnya yang seperti ini, dia insya Allahakan dapat dengan ikhlas menerima setelah dia tahu bahwa kejadian dalamhidupnya inilah yang sudah mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudianhari, kejadian inilah yang membuat banyak orang termasuk anak Mama yangberjuang untuk tetap mempertahankan senyum Mawar.” Lanjut Mama sembari mengenggam tanganku hangat.

Benar kata Mama, banyak orang dan seharusnya semua orang, bertugas untuk mempertahankan senyum kanak-kanak, senyum indah penuh dengan keoptimisan demi kecerahan masa depan, karena anak-anak adalah orang-orang yang kelak akan memimpin dunia ini, anak-anak adalah orang-orang yang seharusnya lebih dapat didengarkan, di lindungi dan di hargai, karena masa depan dunia ini seluruhnya bergantung pada pundak mereka, pada senyum mereka hari ini, esok dan lusa.

aLhamdulilLah.. 

awaL 23 apriL 2013, 01.23

Kamis, Maret 21, 2013

Jangan Salahkan TV

Setiap terjadi kekerasan yang dilakukan oleh anak banyak pihak yang menuding tayangan TV sebagai biang keladinya.

Gak salah sih, karena memang itu salah satu penyebabnya, tapi ga langsung jadi bener juga tudingan itu.

Padahal menonton TV itu pilihan, kita bebas mau menonton TV atau tidak. Tidak ada paksaan koq.

Masih banyak aktivitas lain yang bisa dilakukan tanpa TV. Itu semua hanya soal kebiasaan.

Bahas sedikit tentang TV ya. Di dunia pertelevisian ada dua skema umum : Free to Air (FTA) dan Pay TV. 

FTA bebas mengudara, orang2 bebas nonton, dibiayain oleh pengiklan, contentnya suka2 yang punya TV.

Pay TV hanya bisa di tonton oleh orang yang berlangganan, contentnya selektif dan fokus, ga pake iklan.

Di indonesia yang paling populer adalah TV Free to Air (FTA), Pay TV belom begitu memasyarakat.

Mungkin karena selain masih mahal, mindset masyarakat masih seperti : kalo ada yang gratis, kenapa mesti pilih yang bayar

Celakanya yang gratis inilah yang paling merusak. Acaranya didominasi content kekerasan, seksualitas, dan gosip.

Ditambah lagi dengan iklan-iklan yang mendorong masyarakat ke arah konsumerisme, gaya hidup hedon.

Masyarakat kita dirusak oleh “kebiasaan nonton TV” yang buruk bukan oleh “tayangan TV” yang buruk.

We can always choose what’s best for us. Don’t let anyone chose it for us.

Masyarakat yang cerdas adalah masyarakat yang mampu memilih apa yang terbaik untuk mereka sendiri.

Makanya kenapa di negara2 barat sonoh, yang laku adalah tipi berbayar.  Tipi yang  nontonnya bayar. Free to air mah kagak laku.

Mereka sadar banget dan ga mau di kibulin ama yang punya TV. Prinsipnya gw milih nonton apa yang gw suka. Dan gw ga suka tayangan sampah.

Yuk kita cerdas dan dewasa dalam menyikapi tantangan hidup. Termasuk memilih tayangan TV

As for me. I turned off my FTA TV, watch it occasionally and have a selective pay TV, which i also watch occasionally.  ;)

Daripada TV, mendingan guling2an sama anak dan istri/suami di kasur. Jauh lebih seru.

Good morning, have a nice day

Kamis, Maret 14, 2013

MENGATASI PERILAKU BURUK TANPA MEMUKUL

Anak adalah amanah dari Allah SWT. Anak merupakan asset buat orang tua,masyarakat, agama dan Negara. Menjadi orang tua adalah hal yang paling menyenangkan, apalagi itu merupakan pengalaman untuk anak pertama. Orang tua sering mendambakan anak yang baik,patuh, pintar. Namun, kenyataan itu sering meleset dari prediksi. Menjalani hidup baru dan memerankan sebagai orang tua, sering menerima kejutan dari tingkah laku anak dan itu termasuk perilaku buruk anak.

Sering kita merasa miris saat melihat seorang ibu atau bapak sedang memaki anak, bahkan kontak fisik seperti memukul, mencubit, menjewer dan sebagainya saat anak berperilaku buruk. Padahal banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi perilaku buruk anak tanpa melakukan kekerasan secara fisik atau psikis. Banyak hal yang menyebabkan anak dapat berperilaku buruk seperti lingkungan yang tidak sehat, pengasuhan dari orang tua yang kurang memadai dan juga penerapan disiplin yang keliru.

Perilaku atau sikap buruk anak bisa bermacam-macam seperti berkelahi (memukul, mendorong dan menggoda), mengamuk dan marah-marah di rumah atau di tempat umum, membantah, berbohong, meludah, bersikap dan berbicara kasar, dan banyak lagi dan itu sangat merugikan kita, orang lain dan anak itu sendiri. Perilaku buruk anak juga sangat menguji kesabaran kita dan memicu kita untuk segera menyelesaikan semua perilaku buruk anak sehingga sering kita salah saat mengambil tindakan.

Banyak factor yang menyebabkan anak berperilaku buruk. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut. Pertama, Korban kekerasan. Anak bisa saja meniru tingkah laku orang tuanya,

Pertama lingkungan rumah atau sekolah yang sering mempertontonkan kekerasan secara fisik. Ayah yang sering menampar ibunya, pak guru yang sering menjewer murid-murid dan lain sebagainya.

Kedua, Frustasi. Ini bisa ditimbulkan oleh berbagai sumber seperti kemarahan orang tua, kurang kasih sayang, atau karena proses pendewasaan yang terhambat, tekanan orang tua yang selalu menuntut anak berprestasi tanpa bimbingan dari orang tua yang maksimal membuat anak semakin drop.

Ketiga, Trauma yang disebabkan oleh suatu peristiwa yang serius baik secara fisik atau psikis. Trauma yang persentasenya yang tinggi adalah trauma akan perceraian orang tuanya.

Keempat, Merasa diri lain dari yang lain. Ada beberapa factor yang anak merasa lain dari yang lain. Misalnya perbedaan fisik (gemuk, kurus, hitam, keriting,dll) sampai status (anak adopsi).

Kelima, Sibling rivalry, sikap bermusuhan dan cemburu diantara saudara kandung. Kakak atau adik tidak dianggap teman bermain dan berbagi melainkan saingan. Ke enam, media massa. TV, Tabloid, Game adalah guru yang sangat mudah didapatkan. TV sering menayangkan tayangan yang tidak pantas dikonsumsi oleh anak seperti film laga yang sering memperagakan pencak silat. Kartun yang sering bermusuhan seperti Tom and Jerry. Game juga merupakan objek pembelajaran anak unutk berperilaku keras seperti PS2 yang sering main perang-perangan dan pencak silat.

Ketujuh,Penanaman disiplin yang keliru juga merupakan factor pembentukan perilaku buruk anak, anak akan mudah tersinggung, malu karena cara didik orang dengan merendahkan anak, bahkan perfeksionis karena orang tua selalu menginginkan anak tampil sempurna, yang menyebabkan anak bertingkah laku seperti anak-anak,melamun , dan sebagainya.

Mengatasi perilaku anak tidak hanya dengan memukul, menjewer atau kontak fisik lainnya, akan tetapi ada beberapa cara untuk mengatasi perilaku buruk anak. Berikut adalah langkah-langkah praktis mengatasi perilaku buruk anak:

Pertama, berikan kesempatan buat anak untuk mengatasi masalahnya sendiri, jika anak berkelahi atau bertindak kasar lainnya dan jangan hiraukan jika anak sedang menyelesaikan masalahnya.

Kedua, Jika masih berperilaku buruk, buat peringatan “ tidak boleh berlaku kasar kepada saudara atau teman”

Ketiga, Beri pilihan “main bersama atau sendiri saja?”

Keempat, Jika masih berperilaku buruk, berikan peringatan dengan konsekuensi “ kalau masih berlaku kasar, kamu tidak boleh ikut mama jalan-jalan sore” (catatan: konsekuensi harus benar-benar dijalankan agar tidak dianggap remeh oleh anak).

Kelima, apabila anak telah berhenti berperilaku buruk berilah pujian yang tulus, menghargai apa yang dikerjakan oleh anak. Ke enam, selain pujian boleh juga memberikan hadiah mainan atau benda lainnya unutk menyenangkan hati anak karena telah berperilaku baik.

Ketujuh, dengarkan ungkapan hati anak, beri pujian jika anak berkata jujur dan beri pengertian jika anak tidak mengerti dampak dari perilaku buruknya.

Kedelapan, hindari suara tinggi dan menggurutu.

Kesembilan, Berikan alasan jika anda melarang anak melakukan sesuatu yang buruk.

dan Masih banyak cara lain juga bisa kita tempuh secara ramah kepada anak. Peran orang tua dalam mengatasi perilaku buruk anak sangat dibutuhkan. Jangan pernah menyerah dalam membentuk perilaku yang baik anak dan keperibadian anak. Hal terpenting dalam mengatasi perilaku buruk anak adalah keterbukaan, rasa percaya, dan sikap tidak terlalu mengekang. Orang tua juga sangat berperan penting dalam mendidik anak dalam hal : memperkenalkan ALLAH (Tuhan) sejak kecil, meningkatkan rasa percaya diri anak, menciptakan komunikasi dan rasa humor yang baik, mengajarkan anak mengendalikan emosi.

Hal lain adalah dalam mengajarkan anak menyelesaikan persoalan mereka, mengajarkan anak minta tolong dan berkata terima kasih, memberikan nutrisi yang tepat buat anak dan menjadikan contoh bagi anak dan mengajarkan keterampilan social bagi anak. Bukan hanya itu, tetapi juga dalam hal memotivasi anak dan menerapkan aturan atau disiplin dan memberikan reward saat anak melakukan peraturan yang ditetapkan. Perlu dicamkan juga bahwa tidak hanya orang tua yang memiliki peran penting dalam mengatasi perilaku buruk anak tetapi peran masyarakat di sekitar, lingkungan sekolah. Artinya untuk mengatasi perilaku buruk anak adalah tugas kita bersama.