ead KAPHA ACEH: Partisipasi Anak

Tampilkan postingan dengan label Partisipasi Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Partisipasi Anak. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 04, 2014

KPU Sosialisasi Lagu Mars Pemilu

Baliho Pemilu 2014 di Gedung KPU Foto: Tahta Aidilla/Republika
REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Lewat Mars Pemilihan Umum, KPU Kota Malang, Jawa Timur, akan melakukan sosialisasi secara intensif yang menyasar para pemilih pemula di jenjang sekolah menengah atas (SMA).

"Kami akan menggandeng Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang untuk melakukan sosialisasi terhadap pemilih pemula dengan memutar lagu mars Pemilihan Umum (Pemilu) di seluruh SMA sebelum pelajaran dimulai," kata komisioner Komisi pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zainuddin, Senin (3/2).

Menurutnya, jika mars Pemilu selalu diputar atau diperdengarkan kepada pelajar setiap menjelang pelajaran dimulai, mereka akan selalu ingat bahwa Pemilu Legislatif (Pileg) bakal digelar 9 April nanti.

Artinya, kata Zainuddin, para pelajar, khususnya yang sudah memiliki hak pilih akan tergerak untuk menggunakan hak pilihnya dalam menentukan wakil rakyat untuk lima tahun ke depan.

Selain melalui pemutaran lagu mars Pemilu, lanjutnya, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi secara intensif ke SMA-SMA yang memiliki potensi pemilih pemula cukup besar. Sosaialisasi tersebut dikemas dalam program 'Road to School'.

Melalui program tersebut, KPU mendatangi sekolah-sekolah untuk memberi pemahaman tentang pentingnya memilih dan waktu pelaksanaan Pileg 9 April 2014.

Ia mengakui sosialisasi Pileg tersebut tidak hanya di tingkat pelajar (SMA), tapi juga di kalangan mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi yang ada di Kota Malang, sebab tidak menutup kemungkinan juga menjadi pemilih pemula.

Sembari menunggu petunjuk dari KPU pusat terkait pelaksanaan Pileg, KPU Kota Malang sudah lebih dulu melakukan sosialisasi dengan berbagai bentuk. Di antaranya, sosialisasi tatap muka, pemasangan spanduk, jalan sehat, karnaval hingga pawai.

Zainuddin berkata, model sosialisasi tatap muka, akan dilakukan dengan sasaran masyarakat umum, termasuk anak-anak muda. "Gencarnya sosialisasi ada seluruh elemen tersebut untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih, termasuk pemilih pemula," ujarnya.

Untuk memaksimalkan sosialisasi Pileg pada seluruh lapisan masyarakat itu, KPU juga telah merekrut 25 orang relawan dengan sasaran lima komunitas, seperti masyarakat pinggiran, kelompok agama, dan kelompok perempuan serta kelompok disabelitas.

Jumlah pemilih Pileg di Kota Malang yang sudah amsuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) mencapai 600 ribu jiwa lebih dan 20 persen di antaranya adalah pemilih pemula.

republika.co.id

Kamis, September 05, 2013

Kebangkitan Pendidikan Indonesia

Kapha Aceh
Oleh : Arbai
Kamis, 5 September 2013

Membenahi secara berkesinambungan sistem pendidikan yang telah berjalan haruslah menjadi satu agenda utama pemerintahan yang sedang berkuasa. Karena, sejatinya pendidikan bukanlah melulu sekadar memberikan keterampilan kepada anak didik untuk pemenuhan kebutuhan dasar (pangan, papan dan sandang) melalui pelatihan. Pendidikan juga bukan sekedar mengajarkan anak benar atau salah. Namun, lebih dari itu pendidikan adalah sebuah strategi membangun sebuah peradaban bangsa dengan cara memberikan kesadaran moral dan nilai bagi kehidupan anak ke depan. Pendidikan adalah proses investasi jangka panjang dalam bentuk human investment, modal penting dalam pembangunan suatu bangsa. Perselingkuhan antara kekuasaan dan kapitalisasi pendidikan mengarah pada kecenderungan politisasi pendidikan. 

Akibatnya, pendidikan lepas dari fungsi utama dan akhirnya terkebiri tujuan pendidikan itu sendiri. Memosisikan pendidikan sebagai sebuah strategi pembangunan peradaban bangsa berarti proses ini melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pendidikan bukan hanya urusan sekolah, tetapi juga keluarga, organisasi atau perkumpulan sosial dan masyarakat. (Mushthafa, 2013: 10) Pendidikan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri, harus ada partisipasi berbagai kalangan untuk menggapai cita-cita mulia pendidikan. Masyarakat dan tokoh-tokoh yang didukung rakyat telah menyadari pentingnya fungsi pendidikan itu. Bahwa pendidikan adalah hak seluruh rakyat Indonesia telah termaktub dalam UUD 1945. Bangsa Indonesia sudah bertekad bulat untuk membawa Indonesia keluar dari belenggu pendidikan.

Perjalanan panjang yang telah ditempuh dalam membangun pendidikan berkeadaban telah menunjukkan titik terang dan harapan baru. Namun, masih juga ada kesemrawutan dan hal-hal yang harus dibenahi berkaitan pengelolaan pendidikan yang bebas dari berbagai kepentingan. Kurikulum 2013, yang menarik ditelisik, mengapa saat anggaran dalam APBN yang begitu besar tercurah pada pendidikan, pada saat itu pula mutu pendidikan tidak semakin membaik? Kualitas pendidikan cenderung stagnan dan bahkan banyak terjadi penyelewengan hingga membuat para pemerhati pendidikan gelisah. Kegelisahan tentang pengelolaan pendidikan ini telah berulang kali disuarakan. Beragam pendapat menyuarakan bahwa pendidikan kita akhir-akhir ini cenderung dicemari kebijakan 'liar'.

Ada tarik-menarik kepentingan dan campur aduk kepentingan politik praktis dalam kebijakan pendidikan. Terlalu banyak campur tangan yang bermain dalam kebijakan. Seperti, yang saat ini diributkan, Kurikulum 2013. Ada kesan pemaksaan bahwa Kurikulum 2013 harus diterapkan, sebagai buah karya pemerintahan dalam upaya membuat perubahan. Lalu, pendidikan kita sering kali juga dicemari pemikiran kotor yang tujuannya bukan murni untuk memajukan pendidikan itu sendiri. Namun, ditengarai sebagai lahan basah untuk 'bancakan' korupsi. Seperti dikutip di media massa bahwa objek korupsi terbesar dana pendidikan ada pada dana alokasi khusus yang ditransfer ke daerah dan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Jadi inilah mengapa mutu pendidikan kita tidak beranjak maju atau stagnan. Karena, berbagai pihak yang telah diserahi tugas sebagai orang yang berkewajiban menggelola pendidikan lebih tertarik membicarakan uang atau proyek daripada bagaimana meningkatkan mutu pendidikan itu sendiri. Maka, tidaklah salah jika pendidikan kita terus terlilit masalah. Tidak cukup hanya sampai di situ, para pihak yang diserahi tugas mengelola pendidikan apabila dituding gagal dalam mengangkat mutu pendidikan akan melakukan pembelaan diri. Dengan berbagai cara, satu di antaranya dengan berwacana. Namun, sayangnya wacana tetaplah wacana tanpa ada realisasinya.

Tak heran kalau Mohammad Abduhzen menyebutnya orang seperti ini tergolong hipokrit karena mereka bertindak tidak sesuai ucapan: berbicara hal baik, tetapi tidak mempraktikkannya (Pendidikan Kaum Hipokrit). Melihat kondisi pendidikan kita sekarang ini, maka dibutuhkan kemampuan yang handal dan terampil, disertai niat ikhlas untuk bekerja dalam mengelola pendidikan. Agar kebijakan yang dibuat benar-benar sesuai peruntukkannya. Termasuk didalamnya pengelolaan anggaran pendidikan. Sehingga sasaran kegiatan pendidikan akan tercapai dan terarah. Artinya, diperlukan orang-orang yang mampu menciptakan public value, meminjam istilahnya Bryson (2004) yang berupaya menghasilkan inisiatif, kebijakan dan program untuk memajukan pendidikan dengan biaya yang logis. Public value juga berarti perubahan yang dilakukan oleh institusi pengelola pendidikan untuk memberikan efek atau dampak di masa depan dan lebih baik. Kemudian, program pengembangan kebijakan pendidikan hendaknya juga lebih bersifat antisipatif, yaitu pendidikan yang bisa menjawab tantangan masa depan.

Agar generasi emas yang telah dicita-citakan tidak terseok-seok dalam mengarungi derasnya kompetisi di masa datang. Kebijakan yang antisipatif dan mampu menjawab kebutuhan ke depan bisa terealisasi jika ada komitmen yang kuat dari pemegang otoritas pendidikan dengan didukung oleh berbagai kebijakan yang fokus dan konsisten. Sebagai penutup, jika pemerintahan saat ini ingin dikenang dengan manis dalam catatan sejarah dan ingatan masyarakat maka berbuatlah yang terbaik bagi pendidikan. Inilah saatnya untuk bangun dari tidur panjang dan keluar dari keterpurukkan.

Penulis adalah pendidik, penerima beasiswa S2
Kemendiknas di MM UGM, program studi Manajemen Kepengawasan
dan Kependidikan.

Rabu, September 04, 2013

Anak kecil penjual makanan, undang tawa pelanggan warkop

http://www.wartawa.com/anak-kecil-penjual-makanan-undang-tawa-pelanggan-warkop/
SEORANG anak penjual makanan keliling menghibur pelanggan Black Jack Café dengan candaannya terhadap pelanggan. Iswanda namanya pintar melawak diusianya yang masih 13 tahun. Iswanda anak kelahiran aceh utara, saat ini bersekolah di Sekolah Mengah pertama (SMP) 12 Banda Aceh.

Gaya mungilnya membuat orang yang duduk di warung tertawa terbahak-bahak. Salah satu candaannya terhadap pelanggan adalah, “Sabe di warung kopi, hana blo yang lon meukat,” Hal itu membuat orang di warung kopi itu tertawa dan meladeni terus Iswanda.

“Kalau abang beli mie aku, pasti makin tambah ganteng,” hiburnya lagi untuk menarik para pelanggan. Sehingga pelanggan tak berlama-lama merogoh kocek untuk membeli dagangan Iswanda.

Seusai orang membeli dagangannya dia kemudian berkata “Bek tuo pilih lon, jadi anggota dewan beuh,”. Ada-ada saja candaan yang dilontarkannya untuk membeli jajakannya.

Tags : IF
http://www.wartawa.com/anak-kecil-penjual-makanan-undang-tawa-pelanggan-warkop/

Sabtu, Agustus 24, 2013

Impian Iswanda untuk Black Wan

Foto : Iswanda (Pendiri black Wan) dan Penulis

Fiqih Purnama
LOGAT Acehnya kental menawarkan jajanan  di keranjang kecil. Beragam makanan ringan terlihat, siang itu Iswanda, 12 tahun langsung berkata "Bang ne tulong blo mie Lon,". Ya, Iswanda adalah seorang anak yang akan masuk Sekolah Menengah pertama (SMP) di Kecamatan Matang, Kabupaten Biereun, Aceh. Menyempatkan diri ke Banda Aceh untuk menambah biaya sekolah dengan berjualan makanan ringan.

Saat itu sekolah masih libur, tepatnya dua hari sebelum memasuki bulan Ramadhan tahun 2013. Tiap warung kopi disinggahinya untuk memburu rupiah-rupiah demi masa depannya. Iswanda memiliki satu orang kakak dan satu orang abang. Menurut ceritanya ayah dan ibunya sudah lama bercerai sesaat ayahnya bekerja di Malaysia.

Sebelum ramadhan, Iswanda berada di Matang bersama kakak kandungnya, berhubung ibunya berada di Banda Aceh, diapun dengan senang hati membantu berdagang demi menambah biaya sekolahnya yang telah bertransformasi dari SD ke SMP. Dia termasuk anak yang ceria, melihat umurnya masih belum cocok dengan usaha yang dilakukan.

Namun, apalah daya seluruh keluarganya masih memerlukan tambahan dana. Menyentil warung kopi Black Jack, dia menyampaikan sebuah impian besar untuk memiliki warung kopi yang sama besar. "Keren warung kopinya disini," kata Iswanda kepada penulis. Kemudian warung kopi dalam benaknya akan memiliki banyak cabang.

"Nanti kalau udah ada warung kopi, untungnya buat mamakbisa naik haji," ujarnya. Sejenak dia diam dan menatap arung kopi Black Jack yang berada tengah Kota Banda Aceh tersebut. "Nyaaa, nanti bang, wan juga mau biat warung kopi, namanya Blcak Wan,", penulis bersama teman lain pun tersenyum, melihat spontanitas Iswanda.

Dia meyakinkan Black Wan idenya akan benar-benar tercapai. Iswanda mengaku akan serius mengenyam pendidikan, dia katakan ingin berkuliah di Fakultas Ekonomi Unsyiah kedepan nanti.

Black Wan sudah muncul, lewat Iswanda.() Fiqih Purnama

Kamis, Juli 11, 2013

Cerita Tegar mengamen





VIDEO : Tegar si anak pengamen

COPAS

pada kesempatan kali ini saya akan posting tentang kisah seorang anak kecil ber propesi sebagai pengamen yang mempunyai suara emas, dan telah menciptakan beberapa lagu bait-bait yang sangat menyentuh hati bagi sang pendengar.
kisah Tegar si pengamen jalanan subang saat ini sedang ramai di bicarakan oleh masyarakat luas di tanah air indonesia,dia adalah seorang bocak cilik yang berasal dari keluarga yang sangat serba kekurangan dalam masalah ekonomi namun tidak dengan hal masalah suara karena dia memiliki suara yang sangat merdu dan enak untuk di dengar kan oleh telinga kita semua.

tegar adalah salah satu anak tertua dari tiga adiknya dan mempunyai seorang ibu yang berpropesi sebagai pengamen di kereta api kawasan statsiun pagadean dan dia mempunyai seorang bapak tiri yang berpropesi sebagai buruh lepas.
tegar belajar menyanyi sejak usia empat tahun dan dia mulai menggeluti dunia mengamen sejak usia tujuh tahun.

sekarang namanya mulai tercium oleh para pecinta dunia musik indonesia yang di awali dengan meng upload di video youtube yang ber keynote "Tegar si pengamen subang" yang telah di saksikan lebih dari 13.000 viewer. lihat dan dengar kan suara merdu dari tegar di bawah ini:




gimana menurut para sobat tentang video di atas sungguh sangat merdu dan meresap langsung kedalam hati kita kan???

satu buah lagu yang telah membuat Tegar si pengamen jalanan cukup di kenal oleh orang indonesia yang berjudul "Temanku ini mabuk cinta" sebuah judul lagu yang berbau dewasa namun cukup friendly untuk seukuran pengamen jalanan di subang.

kini tegar pun sudah mulai sering muncul di layar televisi dan akan bersaing dengan para boy dan girls band seperti coboy junior, winxs dan lain-lain.dan sekarang dia sudah terbilang cukup sukses di banding dengan yang dulu.() Sumber : Tasikterkini