ead KAPHA ACEH: Tumbuh Kembang

Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tumbuh Kembang. Tampilkan semua postingan

Selasa, Februari 04, 2014

Pijat Mampu Optimalkan Tumbuh Kembang Bayi

MI/Usman Iskandar/BD
Bagi para orang tua yang memiliki bayi atau batita, banyak cara untuk mengoptimalisasikan pertumbuhan sang buah hati. Salah satunya dengan pijat bayi.

Pijat merupakan terapi sentuh yang telah lama populer di Indonesia. Adapun pijat bayi merupakan gabungan dari bentuk rangsangan atau stimulasi, kinestestis, yang disertai komunikasi verbal, sebagai wujud cinta kasih orang tua terhadap bayi.

Dr Rini Sekartini, spesialis anak dalam seminar kesehatan bertema Stimulasi pijat untuk optimalisasi tumbuh kembang anak di Hotel Mandarin Oriental, Minggu (12/1), menyebutkan berbagai manfaat pijat bagi bayi dan batita, yakni untuk memperbaiki pertumbuhan, mendorong perkembangan syaraf motorik, kognitif, serta perkembangan sosialnya.

Selain itu, pijat bayi dapat meningkatkan sistem imun, menambah berat badan, memperbaiki sirkulasi darah dan pernapasan, membantu bayi untuk berlatih relaksasi dan juga meredakan ketidaknyamanan akibat tumbuh gigi. Bagi bayi yang suka rewel di malam hari, pijat bayi bermanfaat untuk membuat tidur lebih lelap dan lama.

metrotvnews.com

Sabtu, September 07, 2013

Bagaimana Pengasuhan Terbaik untuk Anak? Ini Saran Psikolog

Kapha Aceh
Ilustrasi  : (dok. kapha aceh)
Jum'at, 06/09/2013, 01:09 WIB
Tags : Mks

Jakarta, Mengasuh anak memang bukanlah hal yang mudah, terlalu galak pada anak tidak baik untuk perkembangan mental, terlalu lembut juga bisa membut anak menjadi sangat manja. Lalu harus bagaimanakah dalam mendidik anak?

"Cara asuh moderat itu, anak setara dengan orang tua. Ada diskusi, si anak maunya apa, bagaimana, apa yang telah dia lalui, jadinya di masa depanpun anak bisa jadi pribadi yang bagus," tutur psikolog anak, Anna Surti Ariani., M.Si.

"Tidak hanya pribadinya yang bagus, hubungan ibu dan anak juga jadi dekat, anak terbuka dengan ibu atau kedua orang tuanya," tambah Anna pada acara Talkshow yang diadakan Sarihusada. Di Restoran Kembang Goela, Jl Jenderal Sudirman Kav. 47-48, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2013).

Anna juga mengatakan bahwa orang tua yang pada mendidik rata semua anaknya dengan cara yang terlalu disiplin atau terlalu keras itu tidak akan bagus dikemudian hari karena sifat anak yang berbeda-beda. Terlebih jika menggunakan kekerasan.

"Apalagi menggunakan kekerasan. Itu sampai berpuluh tahunpun bisa masih ingat. Ada beberapa klien saya yang bahkan masih ingat perlakuan kasar yang diberikan orang tuanya. Padahalkan sudah berpuluh-puluh tahun. Jadi ada baiknya jangan melakukan kekerasan," ujar Anna.

Tidak hanya orang tua yang mendidik dengan terlalu keras bahkan dengan kekerasan. Orang tua yang mendidik dengan tidak tegas, terlalu baik pada anaknya, hampir semuanya dituruti, anak bisa menjadi manja.

"Anak yang terlalu dibaiki sama orang tuanya juga tidak baik, anak jadi manja. Besarnya juga jadi anak yang manja. Akhirnya apa? Pada saat kerja dia maunya gaji yang besar. Padahal apa yang dia kerjakan juga tidak sepadan," katanya.

"Oleh karena itu ada baiknya, orang tua dan anak duduk setara. Tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi. Bicarakan apa mau si anak, bagaimana harinya, kegiatannya. Kalaupun dia ada konflik, jangan diatur dan jangan dibantu, kasih dia pandangan lalu biarkan dia menyelesaikan konfliknya," lanjut Anna.

Ia juga menambahkan, "Dengan cara asuh moderat ini, anak jadi merasa diperhatikan, namun tetap tahu aturan. Anak yang sering diajak diskusi, bisa jadi cerdas, komunikatiif, seperti yang kita tahu komunikasi itu penting ya."

"Ia juga jadi tahu mau dibawa ke mana orang yang dipimpin olehnya kelak, dan bisa menyelesaikan masalahnya sendiri, serta mampu bekerja sama. Hal ini kan sangat menjadi bekal untuk dia di masa depan," ucapnya.

Kurang Gizi Bisa Bikin Anak Tumbuh Jadi Orang yang Rasial dan Tak Toleran

kapha aceh
Ilustrasi (dok. kapha)
Jum'at, 06/09/2013, 00.55 WIB
Tags : MKS

Peran gizi memang sangat penting, terlebih lagi untuk anak-anak. Bukan saja untuk urusan kesehatan, gizi juga bisa mempengaruhi kehidupan sosial karena kurang gizi bisa membuat orang rasial dan tidak toleran.

"Peran gizi untuk tumbuh kembang anak sangat penting. Anak kurang gizi tidak akan sempat memikirkan masa depan," ujar Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS.

Hal tersebut disampaikan kepada detikHealth, pada acara talkshow Ibu Masa Kini: Membuka Jalan Untuk Pemimpin Masa Depan yang diadakan Sarihusada di Restoran Kembang Goela, Jl Jend Sudirman Kav. 47-48, Jakarta Selatan, Kamis (5/9/2013).

"Gizi pasti berperan agar pertumbuhan dan perkembangan optimal. Gizi yang baik bisa mempengaruhi visi, karakter, daya pikir, dan semuanya," tutur dia.

Nah, dalam mencetak anak berprestasi, dukungan terhadap perkembangan otak menjadi faktor yang signifikan. Untuk mendukung perkembangan otak secara optimal, terutama di periode emas pertumbuhan, dibutuhkan kelengkapan gizi termasuk karbohidrat dan asam linoleat.

"Lebih dari itu, pemenuhan kebutuhan gizi secara tepat, lengkap dan seimbang akan saling memberikan pengaruh terhadap tumbuh kembang anak secara keseluruhan, termasuk otak, tulang, penglihatan dan imunitas," sambung Prof Hardinsyah.

Selain itu, kurangnya gizi bisa membuat orang rasial dan tidak toleran. "Menurut penelitian di Amerika, orang yang tidak toleran bisa meninggal lebih duluan. Karena orang yang rasial, tidak toleran dan saling membenci menghasilkan hormon kortisol di dalam tubuhnya," jelasnya.

Hormon kortisol yang meningkat bisa memancing gangguan pada fungsi organ, salah satunya pankreas, sehingga membuat yang bersangkutan rentan terkena diabetes. "Itulah mengapa gizi berperan penting, baik untuk pertumbuhan dan untuk masa depannya. Jadi penting sekali orang tua, khususnya ibu, memperhatikan gizi sang anak. Tidak berlebih atau pun kurang, tapi seimbang," tutupnya.

http://health.detik.com/read/2013/09/05/200430/2350674/1301/kurang-gizi-bisa-bikin-anak-tumbuh-jadi-orang-yang-rasial-dan-tak-toleran?880004755